Selasa, 11 Juni 2013

PENGERTIAN KONSELING PERKEMBANGAN


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Bimbingan dan konseling merupakan suatu layanan yang memberikan suatu pengembangan yang efektif kepada setiap individu yang berkaitan dengan pengembangan ketrampilan, pengetahuan, dan sikap dalam bidang pribadi-sosial, akademik, dan karir yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas perkembangan setiap individu.
Setiap individu perlu mengembangkan diri nya supaya lebih dapat menggali potensi yang ada dalam dirinya untuk memperoleh hasil yang maksimal di masa yang akan datang.
Dalam model Bimbingan dan Konseling Perkembangan memungkinkan Guru Pembimbing atau Konselor untuk memfokuskan perhatiannya tidak sekedar pada gangguan emosional siswa, melainkan lebih mengupayakan pencapaian tujuan dalam kaitannya dengan tugas-tugas perkembangan siswa.
Terkait dengan tugas perkembangan siswa, bahwa yang dimaksud dengan tugas perkembangan adalah suatu tugas yang muncul pada saat atau sekitar suatu periode tertentu dari kehidupan individu, yang jika berhasil dalam pencapaiannya akan menimbulkan kebahagiaan dan membawa keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya. Akan tetapi kalau gagal, akan menimbulkan ketidak bahagiaan, tidak diterima oleh masyarakat, dan mengalami kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya. Oleh sebab itulah bimbingan dan konseling perkembangan sangat diperlukan disekolah.

1.2  Rumusan Masalah
1.    Bagaimanakah pengertian dari  konseling perkembangan?
2.    Apa sajakah strategi layanan dasar dalam konseling perkembangan?
3.    Apa sajakah strategi layanan responsif dalam konseling perkembangan?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian bimbingan dan konseling perkembangan.
2.      Untuk mengetahui strategi layanan dasar dalam konseling perkembangan.
3.      Untuk mengetahui strategi layanan responsif dalam konseling perkembangan.


1.4 Manfaat
1.        Agar lebih memahami makna dari konseling perkembangan.
2.        Memberikan masukan bagi siswa dan dosen itu sendiri.
3.        Sebagai acuan dalam menyusun makalah selanjutanya.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian  konseling perkembangan
Konseling perkembangan ( counseling development) adalah bantuan yang diberikan terhadap individu/ peserta didik secara komprehensif dan bersifat proaktif dalam memfasilitasi konseli untuk mengembangkan potensinya secara efektif untuk tercapainya perkembangan yang optimal sehingga dapat tercapai individu yang sehat secara mental. Tipe konseling ini memfokuskan pada membantu para konseli mencapai pertumbuhan pribadi yang positif dalam berbagai tahap kehidupan mereka dengan demikian tipe konseling ini adalah “belajar dalam pembentukan pribadi” dan bukannya “pengajaran mengindividu”. Anak belajar tidak sekedar guna memahami dirinya melainkan juga untuk bertanggung jawab penuh terhadap pilihan-pilihan dan tindakan-tindakannya.
Konseli dapat mencapai pemahaman diri, peningkatan keterampilan membuat keputusan, dan tingkah laku ke positif melalui counseling developmental. Pietrofesa dan splate menegaskan bahwa counseling developmental adalah suatu bagian integral dari perkembangan karir seseorang dan pembentukan kemampuan membuat keputusan.
Pada counseling developmental sebagaimana pada tipe lainnya, seorang konselor dapat efektif membantu seseorang melaui konseling individual. Pada counseling developmental konselor dapat bekerja sama pada orang-orang lain yang berarti yang sama-sama melibat bergantian dalam hubungan konseling. tegasnya aktifitas-aktifitas konselor yang dapat dilakukan dalam kancah counseling developmental adalah membantu individu memperoleh ketegasan nilai-nilai anutannya, mereview pembuatan keputusan yang dibuatnya, dan konseling individual yang berkenaan dengan pengembangan pribadi dan kerjasama denmgan orang lain yang berarti dan penempatan pada lingkungan.

2.2 Strategi layanan dasar dalam konseling perkembangan.
            Adapun strategi layanan dasar dalam konseling perkembangan adalah sebagai berikut:
1.     Bimbingan Klasikal
Pada prinsipnya, layanan dasar diperuntukkan bagi semua siswa. Hal ini berarti bahwa dalam peluncuran program yang telah dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para siswa di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan layanan bimbingan kepada para siswa. Kegiatan layanan dilaksanakan melalui pemberian layanan orientasi dan informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi siswa. Layanan orientasi pada umumnya dilaksanakan pada awal pelajaran, yang diperuntukan bagi para siswa baru, sehingga memiliki pengetahuan yang utuh tentang sekolah yang dimasukinya. Kepada siswa diperkenalkan tentang berbagai hal yang terkait dengan sekolah.
2.     Bimbingan Kelompok
Konselor memberikan layanan bimbingan kepada siswa melalui kelompok-kelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para siswa. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia.
3.     Berkolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran dan Wali Kelas
Program bimbingan akan berjalan secara efektif apabila didukung oleh semua pihak, yang dalam hal ini khususnya para guru mata pelajaran atau wali kelas. Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang siswa (seperti prestasi belajar, kehadiran, dan pribadinya), membantu memecahkan masalah siswa, dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran.
4.     Berkolaborasi dengan orangtua
Dalam upaya meningkatkan kualitas peluncuran program bimbingan, konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua siswa. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap siswa tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga oleh orang tua di rumah. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi, pengertian, dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi siswa atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi siswa.


2.3 Strategi layanan responsif dalam konseling perkembangan.
1.      Konsultasi
Konselor memberikan layanan konsultasi kepada guru, orang tua, atau pihak pimpinan sekolah dalam rangka membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para siswa.
2.    Konseling Individual atau Kelompok
Pemberian layanan konseling ini ditujukan untuk membantu para siswa yang mengalami kesulitan, mengalami hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Melalui konseling, siswa (Konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah, penyebab masalah, penemuan alternatif pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Konseling kelompok dilaksanakan untuk membantu siswa memecahkan masalahnya melalui kelompok.
3.    Eferari (Rujukan atau alih tangan)
Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah Konseli, maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan Konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang, seperti psikolog, psikiater, dokter, dan kepolisian. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah, seperti depresi, tindak kejahatan (kriminalitas), kecanduan narkoba, dan penyakit kronis.
4.    Bimbingan Teman Sebaya
Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. Siswa yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. Siswa yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu siswa lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, baik akademik maupun non-akademik.


BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
1.      Pengertian  konseling perkembangan
Konseling perkembangan ( counseling development) adalah bantuan yang diberikan terhadap individu/ peserta didik secara komprehensif dan bersifat proaktif dalam memfasilitasi konseli untuk mengembangkan potensinya secara efektif untuk tercapainya perkembangan yang optimal sehingga dapat tercapai individu yang sehat secara mental.
2.      Strategi layanan dasar dalam konseling perkembangan.
·         Bimbingan Klasikal
·         Bimbingan Kelompok
·         Berkolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran dan Wali Kelas
·         Berkolaborasi dengan orangtua
3.      Strategi layanan responsif dalam konseling perkembangan.
·         Konsultasi
·         Konseling Individual atau Kelompok
·          Eferari (Rujukan atau alih tangan)
·         Bimbingan Teman Sebaya
3.2  Saran
Dalam model Bimbingan dan Konseling Perkembangan memungkinkan Guru Pembimbing atau Konselor untuk memfokuskan perhatiannya tidak sekedar pada gangguan emosional siswa, melainkan lebih mengupayakan pencapaian tujuan dalam kaitannya dengan tugas-tugas perkembangan siswa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar